Nama : Marselino Yudha Pratama
NPM : 10090217047
UAS SISTEM EKONOMI
KEADAAN PEREKONOMIAN SAAT PANDEMI COVID-19
Dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian Negara -negara di seluruh dunia, takterkecuali Indonesia. Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapandari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha.
Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona terhadap industri. World Health Organization (WHO) menyatakan, corona viruses (cov) adalah virus yang menginfeksi system pernapasan.Infeksi virus ini disebut covid-19.Virus corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan timur tengah (Mers-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV).Virus ini pertama kali muncul di Wuhan Cina, Desember 2019, lalu berkembang sangat cepat bahkan keberbagai negara, dan saat ini sudah merupakan suatu pandemi, melanda seluruh dunia.
FLOW CHART ( CAUSAL LOOPS )
FLOW CHART ( CAUSAL LOOPS )
Variabel
A = Pandem icovid 19
B = Sosial distancing
C = Lockdown
D = Ekspor impor
E = LPE
F = Produksi
G = Perusahaan / pabriktutup
H = Investasi
I=Pendapatan pemerintah
J= Subsidi
K= Pengeluaran pemerintah (fiskal)
L= PHK
M= Pulang kampung
N= Pendapatan
O= Konsumsi
P= Pengangguran
MATRIK
Variabel Endogeneous Variabel Eksogeneous
SISTEM PERSAMAAN
D = a0 + a1B + a2E + a3I
H = b0 + b1C
K = c0 + c1D + c2G
O = d0 + d1H
G = e0 + e1F + e2H + e3L
F = 0
H = 0
I = 0
J = 0
M = 0
P = 0
Variabel eksogeneous variabel yang dianggap memiliki pengaruh terhadap variabel yang lain, namun tidak dipengaruhi oleh variabel lain dalam model
Variabel Endogeneous variabel yang dianggap dipengaruhi oleh variabel lain dalam model
Berbagai dampak yang ditimbulkan akibat adanya pandemic covid-19 ini cukup berat seperti penurunan penerimaan pajak, terutama dari sector perdagangan. Seperti diketahui, pajak memiliki fungsi budgeter, yaitu sebagai salah satu sumber dana dalam pembangunan, baik pemerintahan pusat maupun daerah. Penerimaan pajak dari sector perdagangan ini mempunyai kontribusi besar dalam penerimaan pajak. Hal ini terkait penurunan produksi di Cina, yang menjadi pusat produksi barang dunia. Dengan adanya penurunan produksi di Cina maka beberapa pasokan bahan baku dan barang lainnya mengalami hambatan. Sehingga volume perdagangan juga mengalami gangguan, akibatnya berpengaruh pada penerimaan pajak. Terganggunya pasokan bahan baku sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi bagi para pelaku usaha. Karena kegiatan produksi menjadi tidak lancar, banyak perusahaan mengalami kesulitan karena berkurangnya pendapatan sehingga tidak mampu membayar para pekerja. Sehingga gelombang PHK tidak bisa dihindari. Akibatnya, banyak orang kesulitan mencari penghasilan, dengan demikian akan mempengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah melalui berbagai kebijakannya sudah berpikir jauh mengenai upaya penyelematan perekonomian. Langkah – langkah pemerintah untuk penyelematan perekonomian Indonesia dilakukan dengan menggelontorkan beberapa paket stimulus fiskal yang pertama difokuskan kepada sector pariwisata yaitu hotel, restoran, dan kawasan wisata di daerah-daerah. Dari analisis SKBI di atas kita bisa mencermati bahwa sangat eratnya hubungan konsumsi masyarakat dengan adnya lapangan kerja yang tersedia. Semakin banyak lapangan kerja maka ekspektasi masyarakat terhadap konsumsi dan perekonomianpun akan optimis. Masyarakat juga tentunya terpengaruhi konsumsinya juga dengan faktor tingkat jumlah uang beredar yang lakukan oleh pemerintah. Apabila melihat pada grafik jub di atas pada bulan April mengalami tren yang menurun ini tentunya tentunya relevan dengan data IKK di grafik sebelumnya yang menerangkan bahwa ada penurunan indeks keyakinan konsumen. Jumah uang beredar ini tidak lain adalah faktor lain yang mempengaruhi konsumsi masyarakat itu sendiri. Menganai Investasi, kita masih memakai data yang berasal dari SKBI di atas. Adapun yang menjadi fokus data yang diperhatikan adalah mengenai Indeks Pembelian Barang Tahan Lama di bawah ini : BI menuturkan bahwa pada Mei 2020, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi
saat ini kembali melemah dari bulan sebelumnya dan masih berada zona pesimis, di tengah kondisi bencana nasional akibat pandemi COVID-19. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) 2020 sebesar 50,7 , lebih rendah darai 62,8 pada bulan sebeumnya. Menurunnya IKE disebabkan oleh penurunan seluruh komponen penyusunnya dengan penurunan indeks terdalam terjadi pada Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar -13,0 poin menjadi 28,2. Secara spasial, melemahnya IKE terjadi di seluruh kota (18 Kota) dengan penurunan terdalam di Makassar (-42,1 poin) diikuti Mataram (-35,6 poin) dan Manado (-25,8 poin). Bi melanjutkan bahwa optimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini pada Mei 2020 semakin menurun, sejalan dengan banyaknya tenaga kerja yang terkena PHK dan dirumahkan pleh perusahaan sebagai dampak pandemi COVID-19. Berdasarkan data Kementrian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang telah direkonsiliasi bersama BPJS Ketenagakerjaan, per 27 Mei 2020 jumlah tenaga kerja yang tedampak pandemi COVID-19, baik dirumahkan mauoun terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 1,79 juta pekerja. Dari Analisis SKBI di atas bisa dibilang bahwa ada keterkaitannya lapangan kerja dengan indeks pembelian barang lama (durable goods) yang sama-sama ikut menurun, ini jelas membenarkan teori bahwa faktor yang mempengaruhi investasi khusunya investasi masyarakat untuk membeli barang tahan lama dipengaruhi oleh lapangan kerja yang tersedia, melalui faktor pendapatan dari pekerjaannya yang menurun. Diikuti juga dengan faktor-faktor lain seperti yang disebutkan pada teori yang telah dijelaskan sebelumnya.
Dari siaran live Kemenkeu tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah tengah membenahi masalah ekonomi dalam masa pandemi sekarang ini melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diatur dalam Perpres No. 23 tahun 2020 yang mana isinya yaitu penjelasan mengenai instrumen fiskal apa saja yang akan dilaksanakan dalam program pen tersebut. Yang pastinya diantara adalah subsidi dan pajak. Ketika kondisi ekonomi melemah seperti sekarang ini, tentu menurut teori, pemerintah akan menggunakan kebijakan fiskal ekspansif yaitu memperbanyak pengeluaran pemerintah termasuk subsidi dan menurunkan harga pajak. Adapun ringkasan dari perpres no.23 tahun 2020 yaitu :
1. Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN untuk memperbaiki struktur permodalan BUMNdan meningkatkan kapasitas usaha BUMN.
2. Penempatan Dana yang di tunjukkan untuk dukungan likuiditas kepada perbangkan yang melakukan restrukturisasi kredit/pembiayaan dan memberikan tambahan kredit/pemberian modal kerja.
3. Investasi pemerintah yang telah diatur dalam undang-undang.
4. Penjaminan, di bagi menjadi dua penjaminan secara langsung oleh pemerintah yang diberikan kepada BUMN, dan penjaminan secara tidak langsungmelalui badan usaha penjaminan sperti PT. Penjaminan Kredit Indonesia dan PT Asuransi Kredit Indonesia yang mana dimaksudkan untuk diberikan kepada pelaku usaha dalam bentuk penjaminan atas kredit modal kerja
5. Belanja Negara, melaui subsidi bunga kepada debitur perbankan, perusahaan pembiayaan dan lembaga penyalur program kredit pemerintah dengan syarat : (1) Merupakan Usaha Mikro , Usaha Kecil Menengah dengan plafon paling tinggi 10 milyar, (2) tidak termasuk dalam daftar hitam nasional (3) memiliki Kategori performing loan lancar (4) Memiliki NPWP Berbagai upaya di atas merupakan usaha pemerintah untuk mempertahankan kesetabilan ekonomi ditengah merebaknya wabah virus corona yang berdampak pada berbagai sector dan secara global mengakibatkan pelambatan pertumbuhan ekonomi bahkan dapat terjadi 0 pertumbuhan dalam beberapa bulan kedepan. Berbagai upaya pemerintah tersebut juga tetap akan bergantung dari kesadaran masyarakat secara bersama-sama dalam menangkal penyebaran wabhah covid-19 tersebut. Berbagai kebijakan dari social distancing, psychal distancing bahkan PSBB semuanya mengurangi pergerakan dan aktifitas semua menjadi terbatas. Tetapi semua hal tersebut dilakukan sebagai langkah memutus mata rantai merebaknya virus tersebut. Langkah tersebut sudah merupakan keputusan yang tepat bagi pemerintah apabila dibandingkan dengan karantina wilayah (lockdown). Apabila diberlakukan lockdown sektor yang tidak terselamatkan adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama para pedagang kaki lima. Bagi pelaku bisnis online dan e commerce masih mampu bertahan bahkan mengalami kenaikan transaksi padas ituasi work from home seperti ini, tetapi PKL yang hanya mengandalkan dari penerimaan harian merasaakan
terpukul apabila lockdown diterapkan. Apalagi wilayah yang terdampak virus corona adalah beberapa daerah yang merupakan pusat penggerak ekonomi di Indonesia, seperti wilayah Jawa.
Dengan demikian diperlukan kesadaran masing-masing pribadi kita untuk mematuhi berbagai kebijakan yang diterapkan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini agar ekonomi tidak tertekan dan pertumbuhan ekonomi mulai mengalami kenaikan.
NPM : 10090217047
UAS SISTEM EKONOMI
KEADAAN PEREKONOMIAN SAAT PANDEMI COVID-19
Dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian Negara -negara di seluruh dunia, takterkecuali Indonesia. Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapandari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha.
Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona terhadap industri. World Health Organization (WHO) menyatakan, corona viruses (cov) adalah virus yang menginfeksi system pernapasan.Infeksi virus ini disebut covid-19.Virus corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan timur tengah (Mers-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV).Virus ini pertama kali muncul di Wuhan Cina, Desember 2019, lalu berkembang sangat cepat bahkan keberbagai negara, dan saat ini sudah merupakan suatu pandemi, melanda seluruh dunia.
FLOW CHART ( CAUSAL LOOPS )
FLOW CHART ( CAUSAL LOOPS )
Variabel
A = Pandem icovid 19
B = Sosial distancing
C = Lockdown
D = Ekspor impor
E = LPE
F = Produksi
G = Perusahaan / pabriktutup
H = Investasi
I=Pendapatan pemerintah
J= Subsidi
K= Pengeluaran pemerintah (fiskal)
L= PHK
M= Pulang kampung
N= Pendapatan
O= Konsumsi
P= Pengangguran
MATRIK
Variabel Endogeneous Variabel Eksogeneous
SISTEM PERSAMAAN
D = a0 + a1B + a2E + a3I
H = b0 + b1C
K = c0 + c1D + c2G
O = d0 + d1H
G = e0 + e1F + e2H + e3L
F = 0
H = 0
I = 0
J = 0
M = 0
P = 0
Variabel eksogeneous variabel yang dianggap memiliki pengaruh terhadap variabel yang lain, namun tidak dipengaruhi oleh variabel lain dalam model
Variabel Endogeneous variabel yang dianggap dipengaruhi oleh variabel lain dalam model
Berbagai dampak yang ditimbulkan akibat adanya pandemic covid-19 ini cukup berat seperti penurunan penerimaan pajak, terutama dari sector perdagangan. Seperti diketahui, pajak memiliki fungsi budgeter, yaitu sebagai salah satu sumber dana dalam pembangunan, baik pemerintahan pusat maupun daerah. Penerimaan pajak dari sector perdagangan ini mempunyai kontribusi besar dalam penerimaan pajak. Hal ini terkait penurunan produksi di Cina, yang menjadi pusat produksi barang dunia. Dengan adanya penurunan produksi di Cina maka beberapa pasokan bahan baku dan barang lainnya mengalami hambatan. Sehingga volume perdagangan juga mengalami gangguan, akibatnya berpengaruh pada penerimaan pajak. Terganggunya pasokan bahan baku sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi bagi para pelaku usaha. Karena kegiatan produksi menjadi tidak lancar, banyak perusahaan mengalami kesulitan karena berkurangnya pendapatan sehingga tidak mampu membayar para pekerja. Sehingga gelombang PHK tidak bisa dihindari. Akibatnya, banyak orang kesulitan mencari penghasilan, dengan demikian akan mempengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah melalui berbagai kebijakannya sudah berpikir jauh mengenai upaya penyelematan perekonomian. Langkah – langkah pemerintah untuk penyelematan perekonomian Indonesia dilakukan dengan menggelontorkan beberapa paket stimulus fiskal yang pertama difokuskan kepada sector pariwisata yaitu hotel, restoran, dan kawasan wisata di daerah-daerah. Dari analisis SKBI di atas kita bisa mencermati bahwa sangat eratnya hubungan konsumsi masyarakat dengan adnya lapangan kerja yang tersedia. Semakin banyak lapangan kerja maka ekspektasi masyarakat terhadap konsumsi dan perekonomianpun akan optimis. Masyarakat juga tentunya terpengaruhi konsumsinya juga dengan faktor tingkat jumlah uang beredar yang lakukan oleh pemerintah. Apabila melihat pada grafik jub di atas pada bulan April mengalami tren yang menurun ini tentunya tentunya relevan dengan data IKK di grafik sebelumnya yang menerangkan bahwa ada penurunan indeks keyakinan konsumen. Jumah uang beredar ini tidak lain adalah faktor lain yang mempengaruhi konsumsi masyarakat itu sendiri. Menganai Investasi, kita masih memakai data yang berasal dari SKBI di atas. Adapun yang menjadi fokus data yang diperhatikan adalah mengenai Indeks Pembelian Barang Tahan Lama di bawah ini : BI menuturkan bahwa pada Mei 2020, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi
saat ini kembali melemah dari bulan sebelumnya dan masih berada zona pesimis, di tengah kondisi bencana nasional akibat pandemi COVID-19. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) 2020 sebesar 50,7 , lebih rendah darai 62,8 pada bulan sebeumnya. Menurunnya IKE disebabkan oleh penurunan seluruh komponen penyusunnya dengan penurunan indeks terdalam terjadi pada Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar -13,0 poin menjadi 28,2. Secara spasial, melemahnya IKE terjadi di seluruh kota (18 Kota) dengan penurunan terdalam di Makassar (-42,1 poin) diikuti Mataram (-35,6 poin) dan Manado (-25,8 poin). Bi melanjutkan bahwa optimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini pada Mei 2020 semakin menurun, sejalan dengan banyaknya tenaga kerja yang terkena PHK dan dirumahkan pleh perusahaan sebagai dampak pandemi COVID-19. Berdasarkan data Kementrian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang telah direkonsiliasi bersama BPJS Ketenagakerjaan, per 27 Mei 2020 jumlah tenaga kerja yang tedampak pandemi COVID-19, baik dirumahkan mauoun terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 1,79 juta pekerja. Dari Analisis SKBI di atas bisa dibilang bahwa ada keterkaitannya lapangan kerja dengan indeks pembelian barang lama (durable goods) yang sama-sama ikut menurun, ini jelas membenarkan teori bahwa faktor yang mempengaruhi investasi khusunya investasi masyarakat untuk membeli barang tahan lama dipengaruhi oleh lapangan kerja yang tersedia, melalui faktor pendapatan dari pekerjaannya yang menurun. Diikuti juga dengan faktor-faktor lain seperti yang disebutkan pada teori yang telah dijelaskan sebelumnya.
Dari siaran live Kemenkeu tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah tengah membenahi masalah ekonomi dalam masa pandemi sekarang ini melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diatur dalam Perpres No. 23 tahun 2020 yang mana isinya yaitu penjelasan mengenai instrumen fiskal apa saja yang akan dilaksanakan dalam program pen tersebut. Yang pastinya diantara adalah subsidi dan pajak. Ketika kondisi ekonomi melemah seperti sekarang ini, tentu menurut teori, pemerintah akan menggunakan kebijakan fiskal ekspansif yaitu memperbanyak pengeluaran pemerintah termasuk subsidi dan menurunkan harga pajak. Adapun ringkasan dari perpres no.23 tahun 2020 yaitu :
1. Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN untuk memperbaiki struktur permodalan BUMNdan meningkatkan kapasitas usaha BUMN.
2. Penempatan Dana yang di tunjukkan untuk dukungan likuiditas kepada perbangkan yang melakukan restrukturisasi kredit/pembiayaan dan memberikan tambahan kredit/pemberian modal kerja.
3. Investasi pemerintah yang telah diatur dalam undang-undang.
4. Penjaminan, di bagi menjadi dua penjaminan secara langsung oleh pemerintah yang diberikan kepada BUMN, dan penjaminan secara tidak langsungmelalui badan usaha penjaminan sperti PT. Penjaminan Kredit Indonesia dan PT Asuransi Kredit Indonesia yang mana dimaksudkan untuk diberikan kepada pelaku usaha dalam bentuk penjaminan atas kredit modal kerja
5. Belanja Negara, melaui subsidi bunga kepada debitur perbankan, perusahaan pembiayaan dan lembaga penyalur program kredit pemerintah dengan syarat : (1) Merupakan Usaha Mikro , Usaha Kecil Menengah dengan plafon paling tinggi 10 milyar, (2) tidak termasuk dalam daftar hitam nasional (3) memiliki Kategori performing loan lancar (4) Memiliki NPWP Berbagai upaya di atas merupakan usaha pemerintah untuk mempertahankan kesetabilan ekonomi ditengah merebaknya wabah virus corona yang berdampak pada berbagai sector dan secara global mengakibatkan pelambatan pertumbuhan ekonomi bahkan dapat terjadi 0 pertumbuhan dalam beberapa bulan kedepan. Berbagai upaya pemerintah tersebut juga tetap akan bergantung dari kesadaran masyarakat secara bersama-sama dalam menangkal penyebaran wabhah covid-19 tersebut. Berbagai kebijakan dari social distancing, psychal distancing bahkan PSBB semuanya mengurangi pergerakan dan aktifitas semua menjadi terbatas. Tetapi semua hal tersebut dilakukan sebagai langkah memutus mata rantai merebaknya virus tersebut. Langkah tersebut sudah merupakan keputusan yang tepat bagi pemerintah apabila dibandingkan dengan karantina wilayah (lockdown). Apabila diberlakukan lockdown sektor yang tidak terselamatkan adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama para pedagang kaki lima. Bagi pelaku bisnis online dan e commerce masih mampu bertahan bahkan mengalami kenaikan transaksi padas ituasi work from home seperti ini, tetapi PKL yang hanya mengandalkan dari penerimaan harian merasaakan
terpukul apabila lockdown diterapkan. Apalagi wilayah yang terdampak virus corona adalah beberapa daerah yang merupakan pusat penggerak ekonomi di Indonesia, seperti wilayah Jawa.
Dengan demikian diperlukan kesadaran masing-masing pribadi kita untuk mematuhi berbagai kebijakan yang diterapkan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini agar ekonomi tidak tertekan dan pertumbuhan ekonomi mulai mengalami kenaikan.
Comments
Post a Comment