Skip to main content

Pengaruh Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia Dengan Menggunakan Model Generik


Akmal Abdul Aziz
10090217059
Sistem Ekonomi (B)

·        Dasar teori-teori
Ø  Investasi
            Teori ekonomi mendefinisikan investasi sebagai pengeluaran pemerintah untuk membeli barang-barang modal dan peralatan-peralatan produksi dengan tujuan untuk mengganti dan terutama menambah barang-barang modal yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa yang akan datang.
Investasi adalah suatu komponen dari PDB = C + I + G + (X-M).
Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang (Sunariyah, 2003:4).
Menurut Samuelson (2004: 198), investasi meliputi penambahan stok modal atau barang disuatu negara, seperti bangunan peralatan produksi, dan barang-barang inventaris dalam waktu satu tahun. Investasi merupakan langkah mengorbankan konsumsi di waktu mendatang.
maka dapat disimpulkan bahwasanya investasi atau penanaman modal merupakan pengeluaran atau pembelanjaan yang dapat berupa jenis barang modal, bangunan, peralatan modal, dan barang-barang inventaris yang digunakan untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa atau untuk meningkatkan produktiktivitas kerja sehingga terjadi peningkatan output yang dihasilkan dan tersedia untuk masyarakat.
Ø  Konsumsi
konsumsi rumah tangga memberikan pemasukan kepada pendapatan nasional. Di kebanyakaan negara pengeluaran konsumsi sekitar 60-75 persen dari pendapatan nasional. Alasan yang kedua, konsumsi rumah tangga mempunyai dampak dalam menentukan fluktuasi kegiataan ekonomi dari satu waktu ke waktu lainnya. Konsumsi seseorang berbanding lurus dengan pendapatannya. (Sukirno, 2003 : 338).
Konsep konsumsi, yang merupakan konsep yang di Indonesiakan dari bahasa inggris ”Consumtion”. Konsumsi adalah pembelanjaan atas barang-barang dan jasa-jasa yang dilakukan oleh rumah tangga dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari orang yang melakukan pembelanjaan tersebut. Teori Konsumsi adalah teori   yang mempelajari bagaimana manusia / konsumen itu memuaskan kebutuhannya dengan pembelian / penggunaan barang dan jasa. Sedangkan pelaku konsumen adalah bagaimana ia memutuskan berapa jumlah barang dan jasa yang akan dibeli dalam berbagai situasi.
Faktor-faktor yang cukup besar peranannya dalam menentukan besar kecilnya pengeluaran konsumsi suatu masyarakat ialah:
a.   Distribusi pendapatan nasional
b.   Benyaknya kekayaan masyarakat
c.   Banyaknya barang-barang konsumsi tahan lama dalam masyarakat
d.   Kebijaksanaan financial perusahaan-perusahaan
e.   Kebijaksanaan perusahaan-perusahaan dalam pemasaran
f.    Ramalan daripada masyarakat akan adanya perubahan tingkat harga
Dalam hubungannya dengan fungsi konsumsi yang kita nyatakan dalam bentuk persamaan C = Cₒ + cY atau C = Cₒ + cY D, dapat kita katakana bekerjanya factor-faktor seperti kita sebutkan diatas akan terlihat dalam bentuk berubahnya atau bergesernya fungsi konsumsi tersebut.
Dengan kata lain nilai daripada intercept atau angka konstan Cₒ dan atau tingginya angka marginal propensity to consume c akan mengalami perubahan sebagai akibat daripada bekerjanya salah satu, beberapa atau keseluruhan daripada factor-faktor di atas. Reksoprayitno,Soediyono, (2000:160)
Ø  Eksport & Import
Ekspor adalah perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam keluar negeri dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Ekspor suatu negara terjadi karena adanya manfaat yang diperoleh akibat transaksi perdagangan luar negeri.
Ekspor merupakan salah satu bagian penting dalam perdagangan internasional. Negara yang melakukan kegiatan ekspor sangat mungkin mendapatkan banyak manfaat di antaranya dapat memperluas pasar domestik yang telah ada dengan memperoleh pasar di luar negeri, mendorong kelancaran arus perdagangan dalam negeri serta memberikan multiplier effect terhadap kegiatan ekonomi lainnya, dan mengatasi masalah kelebihan produksi dalam negeri sehingga industri domestik tetap melakukan produksi dengan optimal (Pambudi, 2011).
Ø  Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara meningkatkan atau mengurangi pendapatan dan belanja negara untuk mencapai tujuan yang diharapkan, seperti mengurangi jumlah penganguran atau mencapai pertumbuhan ekonomi yang sudah ditargetkan. Instrumen utama yang digunakan untuk melakukannya adalah pengeluaran pemerintah dan pajak.
 
 













Dampak covid-19
konsumsi
investasi
Kebijakan fiskal
Eksport dan import
Dampak covid-19
-
-
-
-
-
Konsumsi
+
-
-
+
+
Investasi
+
-
-
+
+
Kebijakan fiskal
+
-
-
-
-
Eksport dan import
+
-
-
+
-
Ket :
(+) = Terkoneksi
 (-) = Tidak terkoneksi
·        Matriks
Ket :
+ : Berkoneksi
0 : Tidak Berkoneksi
Sistem Persamaan
Dampak COVID-19 (A) = 0 



 
Konsumsi                                 = b0 + b1A + b5A
Investasi                                   = c0 + c1A
Kebijakan Fiskal                      = d0 + d1A
Eksport & Import                     = e0 + e4D

Keterangan :
                  = Endogenous (variabel yang dipengaruhi)



                  = Eksplanatory (Variabel yang dijelaskan hubungannya)


                   = Explanatory Exogenous (berpengarus secara meluas kebeberapa koneksi)
                    

                   = Eksplanatory Endogenous (berpengaruh hanya satu koneksi)

Keterangan :
Dampak covid-19 sangatlah berpengaruh sekali terhadap perekonomian indonesia, mulai dari investasi yang akan menurun secara drastis dikarenakan para investor yang takut jika ia berinvetasi malah mengalami kerugian dibandingan keuntungan. Lalu expor dan impor yang akan terganggu karena adanya kebijakan pemerintah yang memberlakukan lockdown atau yang disebut PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) setiap wilayah atau antar Negara, maka expor impor pun akan tertunda untuk waktu yang belum pasti. Kebijakan fiskal dan Investasi memiliki hubungan yang saling mempengaruhi antar keduanya dimana alokasi anggaran ditujukan untuk meningkatkan investasi di sebuah negara. Disisi lain, konsumsi masyarakat akan semakin tinggi dalam menghadapi Pandemic ini karena masyarakat yang diam dirumah.
·        Konsumsi Masyarakat (Januari-Mei 2020)
Hasil survey menyatakan pengeluaran konsumsi untuk 3 bulan mendatang (Mei 2020) diperkirakan meningkat. Hal ini terlihat dari  indeks perkiraan konsumsi rumah tangga 3 bulan mendatang meningkat dari 162,6 pada bulan sebelumnya menjadi 165,5. Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan yang diperkirakan akan meningkat memasuki bulan puasa ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri.


Sumber : Data Survey Konsumen 2020

·        Investasi di Indonesia Selama COVID-19
Dampak COVID-19 terhadap kegiatan investasi di Indonesia belum dapat dipastikan. Menurut BKPM, nilai realisasi investasi di Indonesia baru bisa diukur setelah ada pengumuman tentang nilai realisasi investasi pada periode triwulan pertama tahun 2020, yaitu di bulan April. Sebelumnya, Bahlil Lahadalia yaitu Kepala BKPM menjelaskan, dampak berupa angka-angka pada nilai investasi di Indonesia tidak bisa serta merta dihitung sesaat setelah wabah COVID-19 pecah. Hal ini karena kegiatan investasi baru terasa beberapa pekan setelah outbreak itu terjadi.
Januari lalu, BKPM belum mencatat perubahan signifikan pada kegiatan investasi di Indonesia, karena dampak COVID-19 di Indonesia belum begitu terasa. Hal ini berbeda dengan awal Maret dimana mulai ditemukan beberapa pasien positif COVID-19, yang berakhir pada pembatasan-pembatasan aktivitas ekonomi. Dampak tersebut hampir dipastikan ada, mengingat saat ini RRT (Republik Rakyat Tiongkok) adalah negara dengan realisasi investasi asing terbesar kedua di Indonesia pada tahun lalu. Tahun lalu, nilai investasi RRT di Tanah Air tidak kurang dari USD 4,7 miliar. Nominal itu setara dengan hampir 17% total nilai investasi keseluruhan asing di Indonesia.
Dari total nilai investasi yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, potensi dampak investasi di Indonesia bisa mencapai triliunan rupiah. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi, ada potensi kehilangan nilai investasi sebesar Rp127 triliun akibat merebaknya COVID-19. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat salah satu faktor penyebabnya adalah prospek kegiatan dan pertumbuhan ekonomi yang semakin hari kian tertekan. Hal ini dikuatkan oleh pemerintah yang menyatakan bahwa setiap ada penurunan nilai ekonomi RRT 1% maka akan memberikan dampak penurunan pada ekonomi Indonesia sebesar 0,3%. Melihat situasi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin ekonomi RRT bisa merosot sampai pada level 5% pada 2020.





·        Eksport & Import di Indonesia Selama COVID-19


·        Kebijakan Fiskal Tahun 2020

APBN
(Triliun rupiah)
APBN
PERPRES
54/2020
OUTLOOK
SELISIH THDP
PERPRES 54/2020
Pendapatan Negara
2.233,2
1.760,9
1.699,1
(61,7)
Belanja Negara
2.540,4
2.613,8
2.738,4
124,5
Keseimbangan Primer
(12,0)
(517,8)
(700,4)
(182,7)
Surplus / (Defisit) Anggaran (A-B)
(307,2)
(852,9)
(1.039,2)
(186,3)
% Surplus/(Defisit) Anggaran terhadap PDB
(1,76)
(5,07)
(6,34)

Pembiayaan Anggaran
307,2
852,9
1.039,2
186,3
Sumber: Program PEN dan Isu Fiskal Kemenkeu

Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan yang komprehensif di bidang fiskal dan moneter untuk menghadapi Covid-19. Di bidang fiskal, Pemerintah melakukan kebijakan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran. Untuk itu, Presiden RI, Joko Widodo, menerbitkan Inpres No.4/2020, yang menginstruksikan, seluruh Menteri/ Pimpinan/ Gubernur/ Bupati/ Walikota mempercepat refocusing kegiatan, realokasi anggaran dan pengadaan barang jasa penanganan Covid-19.
Selanjutnya, Kementerian Keuangan akan merealokasi dana APBN sebesar Rp62,3 triliun. Dana tersebut diambil dari anggaran perjalanan dinas, belanja non operasional, honor-honor, untuk penanganan/pengendalian Covid-19, perlindungan sosial (social safety net) dan insentif dunia usaha. APBD juga diharapkan di-refocusing dan realokasi untuk 3 hal tersebut.


Comments

Popular posts from this blog

The Corn Law (Model Hukum Jagung)

Hukum Jagung meningkatkan keuntungan dan kekuatan politik yang terkait dengan kepemilikan tanah. Undang-undang menaikkan harga makanan dan biaya hidup bagi publik Inggris, dan menghambat pertumbuhan sektor ekonomi Inggris lainnya, seperti manufaktur, dengan mengurangi pendapatan yang bisa dibuang dari publik Inggris. Rangkuman model corn law memungkinkan kita untuk mengekplorasi efisiensi, ketidaksetaraan, dan hubungan diantara mereka dalam pengaturan yang sangat sederhana, dan memungkinkan kita untuk melihat berbagai institusi ekonomi membangun hubungan seperti pengusaha dan karyawan, peminjam dan pemberi pinjaman, dan lainnya. Ricardo (bersama Malthus) mengembangkan hukum pendapatan yang menurun atau berkurang. Ricardo mengembangkan hukum ini pada 1815 dalam bukunya yang berjudul Essay On The Influence Of Law Price Of Corn On The Profits Of Stock. Pendekatan yang dipakai nya merupakan benih bagi teorisasi abstrak yang dipakai dalam Principles yang terbit pada 1817. Tesis utama ...

Pendekatan Ekonomi Untuk Pengendalian Polusi

Assalamualaikum. Wr. Wb Kami menyajikan pembahasan Buku "The Environmental and Natural Resources Economics, 11th Edition, Tom Tietenberg and Lynne Lewis" dalam bentuk Resume Mind Mapping dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan pembahasan kepada teman-teman Mahasiswa Satu Perjuangan Semua, semoga bisa menjadi bahan pembelajaran dan bahan diskusi kita semua.  Terimakasih banyak sebelumnya.  Hidup Mahasiswa. Wassalamualaikum. Wr. Wb

Tak Kenal Maka Ta'aruf

Assalamualaikum.Wr.Wb  Perkenalkan, kami adalah sekumpulan  mahasiswa semester VI yang sedang mengemban bangku kuliah di Universitas Islam Bandung (Unisba). Sesuai dengan judulnya Tak kenal maka ta'aruf. Oleh karena itu ijinkan kami untuk memperkenalkan diri. Anggota kami terdiri dari: 1. Marselino Yudha Pratama 10090217044  2. Sultan Rizqi Arkhano 10090217051  3. Akmal Abdul Aziz 10090217059  4. Wafin Renaldi 10090217068  Nama blog kami "Maskulin" asal muasalnya yakni berasal dari nama-nama anggota kami Marsel, Sultan, Akmal dan Wafin. Sedangkan, Paribus asal muasalnya dari Ceteris Paribus yang mana kita ketahui berasal dari istilah ekonomi yang familiar serta memiliki arti yakni memiliki hubungan antar satu variabel dengan variabel lainya.  Oleh karena itu, filosofis arti dari sebuah nama blog kami "Maskulin Paribus" yakni sekumpulan mahasiswa semester VI yang saling memiliki hubungan di antara satu dengan lainnya yang memiliki harapan da...