Skip to main content

PEREKONOMIAN INDONESIA DI TENGAH PANDEMI COVID-19


PEREKONOMIAN INDONESIA DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Wafin Renaldi
(10090217068)
wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya berdampak dan merugikan pada sisi kesehatan saja. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.
Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona terhadap industri dan perekonomian. virus Corona yang semakin menyebar memberikan dampak perlahan tapi pasti, bukan hanya berdampak pada kesehatan namun perekonomian juga terkena dampaknya, dalam hal ini kita akan menjelaskan dampak virus corona terhadap pereknomian indonesia. Untuk lebih jelasnya, perhatikan model flowchart, matriks, dan sistem persamaan matematis berikut:



Flowchart oleh : Wafin Renaldi


Keterangan :
·         CO = Covid 19                                                                                                                                                   
·         JU  = Jumlah Uang Beredar
·         K    = Konsumsi
·         I     = Investasi
·         N   = Net Expor Indonesia
·         L    = Kebijakan Fiskal
·         S    = Krisis Kesehatan
·         F    = kesulitan keuangan
·         G   = Pengeluaran Pemerintah
·         B   = PDB (Pertumbuhan Ekonomi)
·         H   = Subsidi Pemerintah
·         T   = Sektor Rill
·         A   = Tingkat Kepercayaan Investor
·         O   = Capital Outflow
·         U   = Kurs Rupiah
·         R   = Kesempatan Kerja
·         W = Purchasing Power Parity
·         P  = Harga Barang
·         Z  = Tingkat Bunga (rill dan nominal)
·         D  = Langkah Flattening the curve
·         C  = Aktivitas Ekonomi
·         Q = Pajak
Gambar tersebut menunjukkan ringkasan analisis dengan menggunakan flowchart atau model causal loop yang menunjukkan sebab-akibat dari setiap aspek yang ada untuk mempermudah dalam memahami kondisi Indonesia pada masa pandemi ini. Lebih jelas lagi, perhatikan model matriks berikut ini. Dari flowchart yang telah dibuat diatas maka didapatkan matriks sebagai berikut :








Dari matriks di atas dapat diturunkan dalam sistem persamaan matematis sebagai berikut:
Sistem persamaan Matematis  :

CO19=0                                                                                                                    
JU = 0                                                                                                                     
P = 0
K = k0+k1CO19+k2JU+k3B+k4H+k5W+k6P
I =  i0+i1CO19+i2Z
N = n0+n1CO19+n2K+n3B+n4U+n5Q
L  = l0+l1CO19
S  = s0+s1CO19
F  = f0+f1CO19
G = g0+g1L+g1S
B = b0+b1K+b2I+b3N+b4R+b5C+b6Q
H = h0+h1G
T  = t0+t1F+t2C
A = a0+a1B+a2T
O = o0+o1A
U  = u0+u1O
R = r0+r1I+r2B
W = w0+w1B
Z = z0+z1JU
D= d0+d1S
C= c0+c1D
Q= q0+q1L


virus COVID-19 sangat mudah penyebarannya, cepat, dan luas sehingga menciptakan krisis kesehatan dengan belum ditemukannya vaksin, obat-obatan, serta keterbatasan alat dan tenaga medis. IMF mencatat beberapa alasan krisis tahun ini lebih parah dari krisis-krisis sebelumnya. Terutama adalah ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir. Hingga saat ini belum ada satu pun obat dan vaksin yang telah teruji klinis dapat mengatasi virus corona. Alhasil, COVID-19 tak hanya menyebabkan masalah kesehatan, melainkan juga perekonomian. Kinerja ekonomi Indonesia menurun tajam, konsumsi terganggu, investasi terhambat, ekspor-impor terkontraksi, dan pertumbuhan ekonomi melambat bahkan menurun tajam.  Pabrik-pabrik pun membatasi produksi, toko-toko tutup, pelajar dan pekerja kantoran melakukan study and work from home, hingga perusahaan mengambil kebijakan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan para karyawan banyak yang kehilangan pekerjaannya.

Januari
Februari
Maret
April
Mei
113,7
112,3
109,9
83,7
73,2
Sumber: survei konsumen Bank Indonesia. BI.go.id

Berdasarkan indeks pembelian barang tahan lama dalam Survei Konsumen Bank Indonesia bulan Januari-Mei 2020, investasi menunjukkan penurunan sejalan dengan penurunan keyakinan terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja saat ini. Perusahaan mengalami tekanan terhadap NPL, profitabilitas dan solvablilitasnya sehingga menyebabkan banyak perusahaan yang bangkrut dan menimbulkan penurunan terhadap investor confidence. Hal ini dikarenakan financial distress yang kemudian berdampak juga pada konsumsi masyarakat yang terganggu karena pendapatan masyarakat terhambat akibat hilangnya pekerjaan.

Januari
Februari
Maret
April
Mei
121,7
117,7
113,8
84,8
77,8
Sumber : survei konsumen Bank Indonesia.BI.go.id

Berdasarkan tabel indeks keyakinan konsumen (IKK) di atas, Survei konsumen Bank Indonesia pada Januari 2020 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2020 yang tetap berada pada level optimis (di atas 100) yakni sebesar 121,7 meskipun lebih rendah dibandingkan dengan IKK pada Desember 2019 sebesar 126,4 atau turun sebesar 4,7 poin. Sama halnya pada Februari 2020 menunjukan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap positif. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2020 yang tetap berada pada level optimis (diatas 100) yakni sebesar 117,7 meskipun tidak sekuat optimisme konsumen pada bulan sebelumnya dengan IKK sebesar 121,7.
SKBI pada Maret 2020 menunjukan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap positif. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada pada level optimis (di atas 100) yakni sebesar 113,8 meskipun tidak sekuat optimisme konsumen pada bulan sebelumnya dengan IKK sebesar117,7.
SKBI pada April 2020 mengindikasikan optimism konsumen terhadap kondisi ekonomi melemah cukup dalam dari bulan sebelumnya. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2020 sebesar 84,8 turun 29 poin dibandingkan dengan 113,8 pada Maret 2020 .
SKBI pada Mei 2020 mengindikasikan pelemahan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi masih berlanjut. Hal tersebut tercermin dari IKK pada Mei 2020 sebesar 77,8 lebih rendah atau turun 7 poin dibandingkan 84,8 pada April2020. Melemahnya optimisme konsumen terjadi pada seluruh kategori responden, baikmenurut tingkat pengeluaran maupun kategori kelompok usia.
Jika mengacu pada tabel IKK di atas, turunnya optimisme tersebut karena terjadi persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini, lebih tepatnya terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan dan barang tahan lama (durable goods). Hal itu, juga mendeskripsikan kondisi masyarakat konsumen Indonesia yang pesimis terhadap ketersediaan lapangan kerja dan durable goods hingga muncul persepsi adanya penurunan bahkan sulit memperoleh pendapatan uang dan barang untuk pemenuhan kebutuhan.
Dampaknya juga turut menyerang kegiatan perdagangan luar negeri atau kegiatan ekspor-impor. COVID-19 menyebabkan penurunan pendapatan di berbagai sektor terutama pada sektor ekspor dan impor. Penurunan terjadi karena berkurangnya kegiatan ekspor terutama dari dan ke Tiongkok. Selain karena produksi dari Tiongkok, faktor penurunan nilai ekspor terjadi karena industri pemasok sengaja mengurangi stok karena rendahnya ekspektasi pemerintah dan juga antisipasi karena melemahnya nilai tukar rupiah.
Dari sisi kebijakan fiskal, dari tayangan live youtube kemnkeu yang disiarkan pada 4 juni 2020.
Dari siaran live Kemenkeu tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah tengah membenahi masalah ekonomi dalam masa pandemi sekarang ini melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diatur dalam Perpres No. 23 tahun 2020 yang mana isinya yaitu penjelasan mengenai instrumen fiskal apa saja yang akan dilaksanakan dalam program PEN tersebut. Yang pastinya diantaranya adalah subsidi dan pajak. Ketika kondisi ekonomi melemah seperti sekarang ini, tentu menurut teori, pemerintah akan menggunakan kebijakan fiskal ekspansif yaitu memperbanyak pengeluaran pemerintah termasuk subsidi dan menurunkan harga pajak. Adapun ringkasan dari perpres no.23 tahun 2020 yaitu :
1. Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN untuk memperbaiki struktur permodalan BUMNdan meningkatkan kapasitas usaha BUMN.
2. Penempatan Dana yang di tunjukkan untuk dukungan likuiditas kepada perbankan yang melakukan restrukturisasi kredit/pembiayaan dan memberikan tambahan kredit/pemberian modal kerja.
3. Investasi pemerintah yang telah diatur dalam undang-undang.
4. Penjaminan, di bagi menjadi dua penjaminan secara langsung oleh pemerintah yang diberikan kepada BUMN, dan penjaminan secara tidak langsungmelalui badan usaha penjaminan sperti PT. Penjaminan Kredit Indonesia dan PT Asuransi Kredit Indonesia yang mana dimaksudkan untuk diberikan kepada pelaku usaha dalam bentuk penjaminan atas kredit modal kerja
5. Belanja Negara, melaui subsidi bunga kepada debitur perbankan, perusahaan pembiayaan dan lembaga penyalur program kredit pemerintah dengan syarat : (1) Merupakan Usaha Mikro , Usaha Kecil Menengah dengan plafon paling tinggi 10 milyar, (2) tidak termasuk dalam daftar hitam nasional (3) memiliki Kategori performing loan lancar (4) Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Terlihat bahwa, adanya pandemic Covid-19 ini mempengaruhi Kebijakan Fiskal untuk meningkatkan anggaran belanja negara hingga memberikan keringan pajak bagi masyarakat (Expansionary Fiscal Policy) . Adanya peningkatan belanja yang dikeluarkan oleh pemerintah, khususnya dalam hal perlindungan sosial seperti bansos atau BLT hingga subsidi bunga, besar atau kecil sangat mempengaruhi konsumsi masyarakat. Tidak hanya itu, dengan adanya keringanan pajak yang diberikan oleh pemerintah akan sangat mempengaruhi konsumsi masyarakat dan akan mempengaruhi net ekspor Indonesia.
Kebijakan ekonomi yang dapat dirumuskan untuk menyeimbangkan aspek ekonomi dan kesehatan di Indonesia yaitu melalui beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti Mengawasi penuh pengeluaran negara untuk bidang yang dianggap mampu menekan dampak pandemic Covid-19.  mengalokasikan anggaran kesehatan, memberikan bantuan tunai untuk rumah tangga dan pendampingan bagi dunia usaha terutama usaha kecil. Karena yang perlu dilakukan adalah mencegah agar dampak krisis tidak terakumulasi, sehingga upaya memperbaiki ekonomi tidak semakin berat ketika krisis berakhir.


Comments

Popular posts from this blog

The Corn Law (Model Hukum Jagung)

Hukum Jagung meningkatkan keuntungan dan kekuatan politik yang terkait dengan kepemilikan tanah. Undang-undang menaikkan harga makanan dan biaya hidup bagi publik Inggris, dan menghambat pertumbuhan sektor ekonomi Inggris lainnya, seperti manufaktur, dengan mengurangi pendapatan yang bisa dibuang dari publik Inggris. Rangkuman model corn law memungkinkan kita untuk mengekplorasi efisiensi, ketidaksetaraan, dan hubungan diantara mereka dalam pengaturan yang sangat sederhana, dan memungkinkan kita untuk melihat berbagai institusi ekonomi membangun hubungan seperti pengusaha dan karyawan, peminjam dan pemberi pinjaman, dan lainnya. Ricardo (bersama Malthus) mengembangkan hukum pendapatan yang menurun atau berkurang. Ricardo mengembangkan hukum ini pada 1815 dalam bukunya yang berjudul Essay On The Influence Of Law Price Of Corn On The Profits Of Stock. Pendekatan yang dipakai nya merupakan benih bagi teorisasi abstrak yang dipakai dalam Principles yang terbit pada 1817. Tesis utama ...

Pendekatan Ekonomi Untuk Pengendalian Polusi

Assalamualaikum. Wr. Wb Kami menyajikan pembahasan Buku "The Environmental and Natural Resources Economics, 11th Edition, Tom Tietenberg and Lynne Lewis" dalam bentuk Resume Mind Mapping dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan pembahasan kepada teman-teman Mahasiswa Satu Perjuangan Semua, semoga bisa menjadi bahan pembelajaran dan bahan diskusi kita semua.  Terimakasih banyak sebelumnya.  Hidup Mahasiswa. Wassalamualaikum. Wr. Wb

Tak Kenal Maka Ta'aruf

Assalamualaikum.Wr.Wb  Perkenalkan, kami adalah sekumpulan  mahasiswa semester VI yang sedang mengemban bangku kuliah di Universitas Islam Bandung (Unisba). Sesuai dengan judulnya Tak kenal maka ta'aruf. Oleh karena itu ijinkan kami untuk memperkenalkan diri. Anggota kami terdiri dari: 1. Marselino Yudha Pratama 10090217044  2. Sultan Rizqi Arkhano 10090217051  3. Akmal Abdul Aziz 10090217059  4. Wafin Renaldi 10090217068  Nama blog kami "Maskulin" asal muasalnya yakni berasal dari nama-nama anggota kami Marsel, Sultan, Akmal dan Wafin. Sedangkan, Paribus asal muasalnya dari Ceteris Paribus yang mana kita ketahui berasal dari istilah ekonomi yang familiar serta memiliki arti yakni memiliki hubungan antar satu variabel dengan variabel lainya.  Oleh karena itu, filosofis arti dari sebuah nama blog kami "Maskulin Paribus" yakni sekumpulan mahasiswa semester VI yang saling memiliki hubungan di antara satu dengan lainnya yang memiliki harapan da...